PERANAN ULAMA DALAM MEWUJIDKAN BATAM SEBAGAI BANDAR DUNIA YANG MADANI

Kamis, 22 Agustus 2013





 Oleh: Drs.H. Nyat Kadir

Visi Batam Bandar Dunia Madani adalah visi yang mulia. Masyarakat yang Madani yang kita cita-citakan tersebut, adalah merujik kepada keberhasilan Nabi Muhammad SAW.  Dam membangun masyarakat Madani yang beradab berbudaya pada ribuan tahun yang lalu malah dari Madinah tersebut terbentuklah peradaban Islam yang sangat hebat sampai sekarang ini. Masyarakat Madani yang pernah wujut tersebut, merujuk pada perinsif yang ditunjuk Al-Qur’an tersebut, sedangkan perinsif yang ditunjukan Al-qur’an tersebut tidak pernah berubah sampai kini dan untuk selama-lamanya. Secara mudahnya al-qur’an menyebut dengan ringkas perinsif masyarakat Madani melalui firman Allah. 



(Negerimu) adalah negeri yang baik(aman dan makmur) dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun".(Q.S. Saba’:15)
Tentu cukup mudah untuk dipahami apa maksud kata “Makmur”tersebutb, intinya Negara yang maju, mewah, rakyatnya menyertai ilmu pengetahwan dan teknologi, rakyat…… dan tenang, penuh kasih saying dan hormat menghormati. Sedngkan maksud mendapat ampunan Allah. Mencakup aspek keimanan, ketakwaan, akhlak terhindar dari mungkar dan bersih dari maksiat. Kalo dikembangkan penafsiran lebih dalam bahwa masyarakat Madani yang terwujut pada zaman Nabi Muhammad SAW.tersebut adalah suatu kumpulan masyarakat yang unggul terdiri dari berbagai etnis dan ras serta beragam agama tetapi kompak bersatu membangun Negara Madani sehingga terwujut masyarakat yang makmur, dinamis, taat terhadap pemimpin, taat terhadap aturan dan undang-undang, berkebudayaan dan berperadaban tinggi. Untuk masyarakat Batam yang terdiri berbagai etnis juga berbagai agama, malah berbagai ras dubia yang buka usaha maupun berwisata, tampaklah tepat kiranya merujuk kepada pembangunan masyarakat yang Madani yang berhasil diwujutkan Nabi Muhammad  SAW. Kalo tidak akan dikhwatirkan berbenturan etnis juga ras, benturan social maupun agama yang akibatnya sangat fatal. Sebenarny disadari atu tidak disadari pembentukan masyarakat Madani tersebut sedang proses di Batam. Dalam kerangka Negara yang berlandaskan pancasila dan Negara kebangsaan, dimana keragaman dan segala hal mendapat tempat yang terhormat, dan Visi Negara adil dan makmur, berlandaskan pancasila. Sebenarnya ini adalah modal dasar membangun masyarakat Madani, kenapa masyarakat madan I tersebut belum terwujud padahal Negara kita sudah berusia 86 tahun, sedangkan Nabi Muhamma SAW.hanya membutuhkan waktu kira-kira 10 tahun untuk mencapai masyarakta Madani?. Jawabanaya tidak lainadalah para pemimpin kita tidak mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW. Dari kesemuanya itu kesalahan fatal dari awal pembangunan bangsa tidak muladi dari pembangunan iman, taqwa dan akhlak mulia yang di contohkan Nabi Muhammda SAW.krtiks mrmbsngun masyarakat Madani. Makanya tidak heran Negara kita termasuk 10 besar Negara terkorup didunia, besarnya angka penganguran, kemiskinan, tak henti-hentinya bencana alam, merajalelanya maksiat, perkelahian missal, anarkisme,dll.
Pada akhirnya kita harus kembali memperkuat pembangunan  dibidang iman dan taqwa, moral dan akhlak, sebab apabila asfek ini sudah baik semu akan menjadi baik dan pintu rezekipun akan terbuka lebar. Disinilah letak pentingnya peran ulama, kembali menjadi pemimpin non formal terdepan. Alas an saya mengatakan demikian karna pada mata kami taraf kepercayaan rakyat terhadap pemimpin formal yakni para eksekutif dan legislative sudah melorot tajam. Para ulamak pemimpin non formal harus digaris paling depan untuk memperbaiki dekasensi moral seperti korupsi, narkoba, prostitusi, dll, dengan porsi ulama meningkatkan iman dan taqwa serta moral dan akhlak.
PMB sebagai wadah ulamak Batam menjadi sangat penting saat ini, karna dalam peperintah dalam mewujudkan visi Batam sangat melemah, untuk itu saya memberikan cara sebagai berikut:
  1. PMB bersama ormas islam yang satu visi dan misi, harus terus menerus menyadarkan peperintah kota agar kembali bergairah menggeakan visi Batam.
  2. PMB hendaknya bekerja dengan dinas pendidikan kota Batam memperkuat kurikulum local untuk mata pelajaran agama dan budi pekerti.
  3. PMB harus membuat tema Batam bandar Madani dan topic-topik yang jelas dan menjadikan para ulama membawakan tema dan topic-topik tersebut dalam khotbah maupun ceramah-ceramah.
  4. PMB harus menginventarisi hambatan dan rintangan para ulama dalam berdakwah untuk didiskusikan kepad pemerintah daerah dan DPRD kota Batam untuk dicari solusinya.
  5. PMB harus bekerja sama dengan FUIB kota Batam dalam membangun ukhuwah islamiah, sebab dalam kenyataan masih ada kudeta budaya antar ummat islam karna adanya perbedaan paham dan aliran.
  6. PMB harus bekerja dengan FKUB kota Batam karna masihadanya kudeta budaya antar ummat beragama disebabkan rumah ibadah, misi pemurtadan dll.
Saya yakin apabila peran ulama melalui wadah PMB dapat digerakan secara maksimal, insya Allah cita-cita kita bersama mewujutkan Batam sebagi bandar dunia yang Madani akan terlaksana dalam waktu relative singkat. Amin yarobal alamin   

0 komentar:

Poskan Komentar

 
PMB Kota Batam © 2013 | Designed by PMB Join Kemenak Kepri and pmbkotabatam@gmail.com